Wednesday, August 10, 2016

Pesona Alam Sungai "Batu Ampar"

      Seperti yang  sudah  diceritakan sebelumnya, Desa Gadding kecamatan Manding, tempat kami mengabdi selama satu bulan, berbagi rasa, berbagi suka dan duka dengan masyarakat disana, tidak ada satu patah kata pun yang menggambarkan kejenuhan kami berada disana setelah kami perlahan mengenali suasana desa, memahami karakter penduduknya dan menikmati setiap keindahan tersembunyi yang tidak pernah tereksplor oleh masyarakat luar. Desa Gadding yang lokasinya berada cukup jauh dari kota dan hingar bingar keramaian kota, menempuh setiap jengkal perjalanan menuju desa itu pun butuh perjuangan dan kesabaran luar biasa, karena akses menuju Desa ini  dapat dikatakan masih sangat buruk karena  jalan yang kami tempuh tidak semulus jalanan kota, penerangan jalan pun hampir sama sekali tidak ada.
Aliran Deras Sungai Batu Ampar
Bebatuan yang menghampar


       Namun, dibalik semua kekurangan Desa yang lokasinya didaerah pegunungan ini, ada beberapa tempat memukau yang kami temui, salah satunya adalah sungai “Batu Ampar”. Sungai ini terletak di Dusun Somangkaan.  Kenapa disebut dengan Batu ampar? Menurut keterangan salah satu warga, batu ampar adalah batu yang menghampar disepanjang tepi sungai.  Mungkin terdengar biasa, tapi bagi kami ini cukup memukau. Sungai yang aliran airnya tidak begitu deras dengan tepi-tepi sungainya yang dipenuhi batu-batu tipis yang menghampar, sangat menyenangkan apabila kita duduk di hamparan batu sambil menikmati keindahan alamnya. Tidak jarang kami temui warga Desa Gadding yang memanfaatkan sungai tersebut untuk mencuci, mandi, bahkan tempat bermain anak-anak sambil salto kedalam air. Namun sangat disayangkan, tempat ini tidak terjamah oleh masyarakat luas.
Akses jalan menuju sungai batu ampar

       Ya, Desa Gadding yang terpencil, jauh dari keramaian kota, dengan masyarakat yang sangat ramah dan setiap sudut desa yang pemandangannya membuat hati tidak bisa berpaling. Kami hampir tidak pernah merasakan kejenuhan selama berada disana, 26 hari berbaur dengan penduduk Desa Gadding hampir membuat kami lupa dengan rumah.

0 comments:

Post a Comment