Wednesday, August 10, 2016

Tradisi Turun Menurun Masyarakat Desa Gadding "Jaranan"

      Setiap daerah pasti  memiliki tradisi yang berbeda-beda. Begitu pula yang terjadi di Desa Gadding Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep. Di desa ini dan mungkin di desa lain kabupaten Sumenep memiliki tradisi yang cukup unik. Tradisi ini dinamakan "Jaranan". Di wilayah ini, santri yang mengaji di Mushalla setempat, ketika sudah dinyatakan sudah khatam, maka diadakan tasyakuran Khatmil Qur'an.
       Menariknya, bentuk tasyakuran yang dilakukan adalah dengan cara dibacakan shalawat Nabi sambil diiringi dengan musik rebana (Hadrah). Sedangkan anak yang Khatam Qur'an, didandani layaknya pengantin baru dan duduk di atas kuda sambil mengelilingi kampung. Kudanya pun juga dihias agar terlihat cantik, bergoyang mengikuti alunan musik rebana dan melakukan atraksi "berdiri" dihadapan para penonton. 
       Tradisi tersebut sudah berlangsung secara turun-temurun sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT karena anak sudah bisa membaca Kitab Suci Al-Quran. Selain untuk tasyakuran khatmil qur'an, jaranan biasanya diadakan ketika selametan khitanan.


0 comments:

Post a Comment